Minggu, 07 September 2014

GITA SWARA FM:

Tugas dan Fungsi Amak Lokaq Karang Bajo (bagian 3)

Pranata adat yang ada di
kepembelan Karang Bajo yaitu, Amak Lokak Gantungan Rombong, Kyai Lebe,
Kyai Santri, Amak Lokak Penguban, Amak Lokak Pande, Amak Lokak Singgan
Dalem, Pembekel, Amak Lokak Walin Gumi, Perumbak Daya, Perumbak Lauk,
Penjeleng, Penyunat, Amak Lokak Dasan Anacak, dan Amak Lokak Pelabupati.
1. Amak Lokak Gantungan Rombong
Amak
Lokak Gantungan Rombong tinggal di rumah yang ada dalam areal Kampu
Karang Bajo, Rumah tersebut hanya untuk Pemangku atau pejabat yang sudah
diangkat sebagai Amak Lokak Gantungan Rombong. Rumah ini akan menjadi
tempat tinggal selama menjabat sabagai pemangku.
Pada setiap pergantian Pemangku atau pejabat adat maka rumah ini direhab atau direnovasi.

Pengangkatan Amak Lokak Gantungan Rombong berdasarkan garis keturunan
dan kesepakatan tokoh-tokoh adat Bayan. Sementara Proses
pengangkatannya diawali dengan musyawarah (gundem) yang dilaksanakan di
berugak Agung yang terletak didalam kampu. Gundem dihadari para tokoh
masyarakat adat dari 4 kepembekelan yatu Bayan Barat, Bayan Timur,
Loloan dan Karang Bajo. Gundem untuk penentuan Amak Lokak Gantungan
Rombong dilakukan 3 kali yaitu pada hari senin, dengan rincian:
Gundem pertama, mencari calon Amaq Lokak Gantungan Rombong

Gundem yang kedua, penetapan calon, dan

Gundem ketiga adalah pengangkatan Amak Lokak Gantungan Rombong
Tugas Amak Lokak Gantungan Rombong
selain sebagai penunggu kampu, juga sebagai penyilak atau tuan rumah
pada setiap acara ritual adat di kampu Karang Bajo. menampung setiap
nazar masyarakat adat dengan media sirih dan pinang dan menjaga
kelestarian adat.
Untuk pemangku yang menjabat sebagai
Amak Lokak Gantungan Rombong diberikan lahan tanah sawah (pecatu)yang
letaknya di Bangket Uban. Hasil dari lahan tersebut adalah sebagai
sumber penghasilan dari Amak Lokak Gantungan Rombong. Dalam pengolahan
lahan tidak langsung dikelola oleh Pemangku atau pejabat, tetapi yang
mengelola adalah keluarga Pemangku yang dibantu oleh masyarakat adat.
2. Kyai Lebe
Kyai Lebe adalah tokoh pemimpin dalam
bidang keagamaan yang dibantu oleh Kyai Santri. Kyai Lebe ini memiliki
rumah dinas yang letaknya disebelah utara Kampu Karang Bajo. Rumah Kyai
Lebe memiliki kampu / pagar tersendiri yang dibangun oleh masyarakat
Adat.
Pengangkatan Kyai Lebe diambil dari
Kyai Santri yang memiliki kemampuan lebih disbanding Kyai Santri
lainnya, berdasarkan persetujuan atau pemilihan oleh para Kyai adat
melalui musyawarah besar atau gundem di Berugak Agung. Gundem
dilaksanakan sama seperti saat pengangkatan Amak Lokak Gantungan
Rombong.
Kyai Lebe bertugas sebagai pemimpin do,a
pada setiap ritual Adat keagamaan yang digelar di kampu kampu Karang
Bajo atau yang dihelat oleh komunitas secara adat. Selain itu Kiyai Lebe
juga sebagai suri tauladan bagi para santrinya, serta memberikan tugas
kepada Kyai Santri diwilayahnya masing-masing.
Pada setiap acara yang dipimpin oleh
Kyai Lebe akan diberikan imbalan seiklasnya yang disebut dengan “Batun
Dupa” dan diberikan lahan tanah sawah atau dalam bahasa adatnya disebut
Pecatu yang letaknya juga di Bangket Uban, yaitu disebelah timur Kampu
Karang Bajo sebagai sumber penghasilan untuk menghidupi keluarganya.
3. Kyai Santri
Kyai Santri adalah tokoh agama yang
tugasnya untuk membantu Kyai Lebe. Kyai Santri ini diangkat berdasarkan
garis keturunan yang ditempatkan pada setiap perkampungan atau dusun.
Kyai Santri tidak memiliki rumah dinas, mereka tinggal di rumahnya
masing-masing.
Pendapatan Kyai Santri ini juga akan
diberikan imbalan pada saat dia memimpin setiap ritual Adat atau acara
yang digelar oleh komunitas adat, sesuai dengan kemampuan dan keikhlasan
dari si empunya hajat. Kyai santri tidak mendapatkan pecatu seperti
Kyai Lebe, karena Kyai Santri hanya bertugas sebagai pembantu dari Kyai
Lebe.
4. Amak Lokak Penguban
Tempat tinggal Amak Lokak Penguban yaitu
di rumah dinas yang letaknya di sebelan barat laut Kampu Karang Bajo.
Tempat tinggal untuk setiap pranata ini dibangun oleh Masyarakat adat
dan termasuk perbaikannya bila terjadi ada bahan bangunannya yang rusak.

Amak Lokak Penguban juga dipilih berdasarkan garis keturunan (prusa).
Pemilihan pranata ini tidak melalui gundem, karena ia diangkat
berdasarkan garis turun wali, artinya siapa saja yang mau dan mampu
mengemban tugas sebagai Amak Lokak Penguban maka dialah yang akan
bertugas dan menghuni rumah dinas yang sudah disiapkan.
Tugas dan fungsi Amak Lokak Penguban
adalah sebagai Pembawa Payung Agung pada acara ritual Adat dan sebagai
pemimpin dalam penebangan Bambu Tutul pada saat acara Maulid Adat. Untuk
menghidupi keluarganya, Amak Lokaq Penguban diberikan mengelola tanah
pecatu di Bangket Uban dan tanah matak (lahan kering) di Sinjang Borot
Dusun Ancak Timur.
Tetapi karena adanya kepentingan pribadi
dari para pejabat pemerintah pada masa lalu sehingga tanah pecatu
tersebut menjadi hak milik pribadi saat ini. Amak Lokak Penguban tidak
mendapat kontribusi dari tugasnya sebagai Pranata Adat,hanya menjalankan
tugas dengan keyakinan untuk melanjutkan tugas dan fungsi dari garis
keturunan.
5. Amak Lokak Pande
Amak Lokak Pande tinggal di rumah dinas
yang ada di sebelah utara Kampu Karang Bajo atau sebelah barat laut
rumah dinas Kyai Lebe. Diangkat sama seperti Amak Lokak Penguban yaitu
tidak melalui Gundem tetapi hanya melalui garis keturunan dan kemampuan
saja.
Tugas dan fungsi dari Amak Lokak Pande
adalah mengatur dan bertanggung jawab atas perkembangan adat dan
jalannnya setiap ritual adat. Dari garis keturunan Pande ini akan selalu
menjadi pejabat sementara jika terdapat kekosongan dari pranata adat
yang tinggal di Kampu Karang Bajo terkecuali Kyai Adat.
Tanah sawah yang menjadi kontribusi
untuk Amak Lokak Pande terletak di Bangket Bayan, Desa Bayan, tetapi
status kepemilikan berbeda dengan pranata adat lainnya, dimana pada Amak
Lokak Pande ini tanah sawahnya bukan milik dari Masyarakat adat umum
tetapi milik pribadi dari garis keturunan Amak Lokak Pande yang
dinamakan pecatu mider, sehingga yang menggarap atau mengelola tanah
sawah tersebut adalah yang menjabat sebagai Amak Lokak Pande.
6. Amak Lokak Singgan Dalem
Rumah dinas Amak Lokak Singgan Dalem ini
adalah di sebelah barat Kampu Karang Bajo atau sebelah selatan rumah
dinas Pembekel. Pengangkatan Amak Lokak Singgan Dalem ini juga sama
seperti Amak Lokak Pande dan Penguban.
Tugas dan fungsinya adalah sebagai
penyilak kebeberapa pranata adat yang ada di luar kepembekelan Karang
Bajo pada saat ada rirual atau kegiatan adat, seperti pada saat
pengangkatan pranata adat, acara maulid adat dan pada saat Gundem di
berugak Agung.
Amak Lokak Singgan Dalem ini mendapat
kontribusi dari tugasnya yaitu berupa tanah matak (lahan kering yang ada
di sebelah utara Dusun Magling,dan di dusun Pelabupati, Desa Karang
Bajo. Lahan ini hanya bisa ditanami pada musim hujan.
7. Pembekel Adat
Pembekel adat memiliki rumah dinas di
sebelah Barat Kampu Karang Bajo, atau sebelah utara rumah dinas Amak
Lokak Singgan Dalem. Pembekel diangkat melalui Gundem juga di Berugak
Agung selama tiga kali yaitu pada hari senin. Gundem pertama, untuk
mencari calon pembekel, gundem kedua penetapan calon pembekel dan gundem
ketiga adalah untuk pengangkatan pembekel.
Tugas dari pembekel hampir sama dengan
tugas Kepala Dusun pada sistem kepemerintahan sekarang, yang berbeda
adalah pembekel kontribusinya dapat dari pecatu, dan jumlah
masyarakatnya tidak terdata serta batas wilayahnya luas. Pembekel hanya
mengurus kehidupan masyarakat yang berkaitan dengan hubungan adat.
Pecatu atau lahan sawah untuk Pembekel terletak di Koq Abang yang ada di
Dusun Sembulan, Desa Bayan. Dari hasil pecatu inilah Pembekel bisa
mengidupi atau menafkahi keluarganya.
8. Amak Lokak Walin Gumi
Amak Lokak Walin Gumi adalah pranata
Karang Bajo yang memiliki rumah dinas diluar Kampung Karang Bajo, yaitu
di Trantapan, Dusun Lokok Aur. Proses pengangkatannya tidak melalui
Gundem tetapi hanya dilihat dari garis keturunan atau prusa.
Tugas dan fungsinya adalah sebagai
penunggu dari Gubuk Trantapan, penerima aspirasi dari masyarakat yang
ada di Trantapan untuk kemudian disampaikan pada pranata Adat yang ada
di Karang Bajo yaitu Pembekel.
Amak Lokak Walin Gumi juga memiliki
pecatu untuk digarap, yang terletak di Batu Pulek, Dusun Pelabupati.
Tetapi karena ada kepentingan pribadi oleh pejabat pemerintah sebelumnya
sehingga lahan yang dijadikan sebagai pecatu tersebut sekarang menjadi
milik pribadi.
9. Perumbak Daya
Rumah dinas Perumbak Daya ini berada di
sebelah hutan Adat Bangket Bayan yang terletak di Desa Bayan. Tempat
tinggal dari Perumbak Daya ini sangat sepi, karena jauh dari tempat
tinggal penduduk. Proses pengangkatannya dilakukan dengan Gundem di
Berugak Agung Kampu Karang Bajo, yang dihadiri oleh tokoh masyarakat
dari Bayan Barat, Bayan Timur, dan Loloan. Dalam Gundem tersebut
dilaksanakan selama 3 kali pada setiap hari senin, yang cara gundemnya
sama dengan pengangkatan Amaq Lokak lainnya.
Tugas Perumbak daya adalah menjaga
kelestarian hutan dari tangan orang yang tidak bertanggung jawab,
menjaga mata air sebagai sumber penghidupan petani dan untuk kebutuhan
rumah tangga. Jika terdapat orang yang menebang kayu di Hutan adat,
maka Perumbak Daya yang akan menangkap untuk diserahkan ke Pembekel
Karang Bajo yang nantinya disidang melalui Gundem di Berugak Agung.
10. Perumbak Lauk
Perumbak Lauk adalah pranata adat Karang
Bajo yang memiliki rumah dinas di Loang Godek, Desa Loloan Kec. Bayan.
Tempat tinggal Perumbak Lauk ini tidak sama sepinya dengan tempat
tinggal Perumbak Daya, karena berada disebelah perkampungan masyarakat
Loang Godek.
Proses pengakatan Perumbak Lauk sama
seperti pengangkatan Perumbak Daya dan pranata adat lainnya yaitu
melalui Gundem di Berugak Agung yang prosesnya sama dengan pengangkatan
pranata adat lainnya.
Perumbak Lauk mengawasi orang-orang yang
menangkap ikan dengan cara yang tidak baik seperti dengan menggunakan
Bom. Dan bila ada yang ketahuan melakukan pelanggaran di Laut Jawa akan
disidang di Berugak Agung untuk diberikan Sanksi Adat.
11. Penjeleng
Penjelang merupakan salah satu pranata
Adat yang memiliki rumah dinas di sebelah barat daya rumah dinas
Penguban. Tugasnya adalah sebagai pembuat Minyak Blonyo pada saat ritual
adat Gawe Alip. Penjeleng memiliki pecatu atau lahan tanah sawah yang
terletak di Dusun Pelabupati berupa tanah matak atau lahan kering.
12. Penyunat
Penyunat memiliki rumah dinas yang ada
di sebelah timur rumah dinas Kyai Lebe. Tugasnya adalah sebagai
pemotong ujung loloq laki-laki pada saat kitan. Penyunat memiliki pecatu
atau lahan tanah sawah yang terletak di Dusun Sembulan, Pok Lendong,
Desa Bayan.
13. Amak Lokak Dasan Ancak
Amak Lokak Dasan Ancak ini memiliki
rumah dinas di Dasan Ancak, Dusun Karang Bajo. Tugasnya adalah menerima
aspirasi dari setiap masyarkat adat yang ada di kawasan Dasan Ancak
untuk di sampaikan kepada pranata adat yang ada di Kampu Karang Bajo
yaitu Pembekel. Amak Lokak Dasan Ancak di angkat tidak melalui Gundem,
tetapi hanya melalui garis keturunan saja. Lahan yang digarap adalah
lahan tanah matak (lahan kering) yang terletak di Dusun Pelabupati.
14. Amak Lokak Pelabupati
Amak Lokak Pelabupati memiliki rumah
dinas diluar Kampung Karang Bajo, yaitu di Dusun Pelabupati. Tugasnya
adalah menerima aspirasi dari Masyarakat adat yang ada di Pelabupati
untuk disampaikan kepada Pembekel yang ada di Karang Bajo. Proses
pengangkatannya juga sama seperti Amak Lokak Lokak Dasan Ancak, tidak
melalui Gundem, hanya berdasarkan garis keturunan. Lahan yang dikelola
adalah lahan tanak matak yang terletak di Dusun Pelabupati. (Sumber: Renadi, Kertamalip dan Rianom)

GITA SWARA FM:

Paket Djohan-Mariadi Klaim Didukung NW Anjani

Lombok Utara,  SK 
- Eskalasi politik di KLU jelang Pilkada kian menghangat. Saling klaim
dukungan mulai dicuatkan, tidak hanya pada tataran koalisi partai
politik, namun di tataran organisasi besar seperti Organisasi Nahdatul
Wathan (NW). Paket H. Djohan Sjamsu, SH., – Mariadi, S.Ag., (JADI) malah
mengklaim mendapat dukungan dari PB NW Anjani, Lombok Timur.
Bakal calon pendamping paket JADI,
Mariadi,S.Ag, saat dikonfirmasi wartawan kemarin, mengatakan paket JADI
sudah bertemu langsung serta didukung penuh oleh NW Anjani.
“Saya sudah bertemu langsung dengan Ummi
(Ummi Hj. Sitti Raihanun ZAM), jadi Ummi mendukung penuh,” kata
Mariadi. Mendapat dukungan penuh itu, Mariadi yang juga alumni NW Anjani
itu mengatakan secepatnya akan menyiapkan formalitas ke Pengurus Daerah
(Pengda) NW. Melalui Pengda, berkas selanjutnya akan di serahkan ke
Pengurus Wilayah NW Anjani dan dikirim ke PB NW Anjani.
“Ketika sudah terbit Surat Keputusan,
maka PB NW akan terlibat penuh untuk mengerahkan para tokoh-tokonhnya
(tuan guru) turun tangan saat kampanye pemenangan,” beber Wakil Ketua
DPRD KLU dari partai Golkar itu. Dukungan terhadap Paket JADI sudah di
tangan.
“SK DPP Golkar dan DPP Demokrat itu
menjadi tanggung jawab DPD I dan DPD NTB. Kemungkinan besar, SK ini
keluarnya bersamaan,” kata Mariadi tanpa menyebut tanggal tepatnya.
Mariadi mengaku masih menggodok
kemungkinan koalisi tambahan pendukung Demokrat – Golkar. Sebab,
walaupun menurut ketentuan perolehan kursi DPRD (5 kursi Demokrat dan 4
Kursi Golkar) paket JADI sudah memenuhi syarat pengajuan calon, dua
partai pemenang Pemilu di KLU ini masih menunggu sikap politik parpol
lain. Hanya saja, keberpihakan Parpol lain dinilai oleh Mariadi
memerlukan ongkos politik yang cukup mahal.
Senada H. Djohan Sjamsu, dukungan paket
JADI ini tinggal menunggu formalitas penetapan dari masing-masing
partai. Ketua DPP Partai Demokrat NTB, diakui Djohan, sudah mendukung
penuh pencalonan dirinya. Hanya saja, penetapan calon secara tertulis
belum dilakukan.
“Dukungan sudah mulai berdatangan saat
ini, NW Anjani pun juga sudah bertemu langsung dengan Mariadi dan jelas
arah dukungan itu ke kami. Selain sebagai alumni Mariadi juga memiliki
tanggungjawab besar yakni membesarkan kepengurusan NW Anjani di KLU,”
tandasnya.  (ari)

GITA SWARA FM:

     
TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid

                       TGKH M. Zainuddin Abdul Majid

                                             
TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid merupakan tokoh ulama paling terkenal
di NTB. Di masyarakat, umumnya di kenal dengan sebutan Bapak Tuan Guru
Kiyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid dan biasanya di depan namanya
ditaruhkan gelar Maulana al-Syaikh Tuan Guru Kyai Hajji Muhammad
Zainuddin Abdul Madjid.


Dilahirkan  di Kampung Bermi, Pancor Lombok Timur Nusa Tenggara Barat
pada tanggal 17 Rabiul Awwal 1316 Hijriah atau pada tanggal 5 Agustus
1898 Masehi. Ayahnya bernama  Tuan Guru Haji Abdul Madjid dan ibundanya 
bernama Hajjah Halimah al-Sa’diyah.


Pengembaraan TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid menuntut ilmu
pengetahuan berawal dari pendidikan dalam keluarga, yakni dengan belajar
mengaji dan berbagai ilmu agama  lainnya, yang diajarkan langsung oleh
ayahnya,  sejak berusia 5 tahun.


Setelah berusia 9 tahun, ia memasuki pendidikan formal  Sekolah
Rakyat Negara, hingga tahun 1919 M. Setelah menamatkan pendidikan
formalnya, kemudian  menuntut ilmu agama yang lebih luas dari beberapa
Tuan Guru lokal, antara lain TGH. Syarafudin dan TGH. Muhammad Sa’id
dari Pancor serta Tuan Guru Abdullah bin Amaq Dulaji dari desa Kelayu,
Lombok Timur.


Untuk lebih memperdalam ilmu agama, Muhammad Zainuddin berangkat
menuntut ilmu ke Mekah diantar kedua orang tuanya, tiga orang, kemenakan
dan beberapa orang keluarga, termasuk pula TGH. Syarafuddin.


Pada saat itu beliau berusia 15 tahun, yaitu menjelang musim Haji
tahun 1341 H/1923 M. Sesampai di Tanah Suci, TGKH. Muhammad Zainuddin
Abdul Madjid langsung mencari rumah kontrakan di Suqullail, Mekah.


Setelah musim Haji usai, TGH. Abd. Madjid mulai sibuk mencarikan guru
buat anaknya. Sampailah pencarian TGH. Abd. Madjid pada sebuah halaqah.
Syaikh yang mengajar di lingkaran tersebut bernama Syaikh Marzuki,
seorang keturunan Arab kelahiran Palembang yang sudah lama mengajar
mengaji di Masjid Haram, yang saat itu berusia sekitar 50 tahun.
Disanalah TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid diserahkan untuk
belajar.


Selain itu juga sempat belajar ilmu sastra pada ahli syair terkenal
di Mekah, yakni Syaikh Muhammad Amin al-Kutbi dan pada saat itu
berkenalan dengan Sayyid Muhsin Al-Palembani, seorang keturunan Arab
kelahiran Palembang yang kemudian menjadi guru beliau di Madrasah
al-Shaulatiyah.


Ketika ayah TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid pulang ke Lombok,
ia langsung berhenti belajar mengaji pada Syaikh Marzuki, karena ia
merasa tidak banyak mengalami perkembangan yang berarti dalam menuntut
ilmu selama ini. Namun, ia belum sempat mencari guru, terjadi perang
saudara antara kekuasaan Syarif Husein dengan golongan Wahabi.


Dua tahun setelah terjadinya huru hara tersebut, Muhammad Zainuddin
Abdul Madjid muda berkenalan dengan seseorang yang bernama Haji Mawardi
dari Jakarta. Dari perkenalannya itu ia diajak masuk belajar di madrasah
al-Shaulatiyah, yang saat itu dipimpin oleh Syaikh Salim Rahmatullah.
Pada hari pertama masuknya ia bertemu dengan Syaikh Hasan Muhammad
al-Masysyath.


Madrasah al-Shaulatiyah adalah madrasah pertama sebagai permulaan
sejarah baru dalam pendidikan di Arab Saudi. Madrasah ini sangat
legendaris, gaungnya telah menggema di seluruh dunia dan telah
menghasilkan banyak ulama-ulama besar dunia. TGKH. Muhammad Zainuddin
masuk Madrasah al-Shaulatiyah pada tahun 1345 H (1927 M) yang waktu
dipimpin (Mudir/Direktur), Syaikh Salim Rahmatullah yang merupakan cucu
pendiri Madrasah al-Shaulatiyah.


Sudah menjadi tradisi bahwa setiap thullab yang masuk di Madrasah
Al-Shaulatiyah harus mengikuti tes masuk untuk menentukan kelas yang
cocok bagi thullab. Demikian pula dengan TGKH. Muhammad Zainuddin, juga
ditest terlebih dahulu. Secara kebetulan diuji langsung oleh Direktur
al-Shaulatiyah sendiri, Syaikh Salim Rahmatullah dan Syaikh Hasan
Muhammad al-Masysyath.


Hasil test menentukan di kelas 3. mendengar keputusan itu, TGKH.
Muhammad Zainuddin minta diperkenankan masuk kelas 2 dengan alasan ingin
mendalam mata pelajaran ilmu Nahwu dan Sharaf. Semula Syaikh Hasan
bersikeras agar TGKH. Muhammad Zainuddin masuk kelas 3, tetapi pada
akhirnya melunak dan mengabulkan permohonan untuk masuk kelas 2 dan
sejak itu TGKH. Muhammad Zainuddin secara resmi masuk Madrasah
al-Shaulatiyah mulai dari kelas 2.


Prestasi akademiknya sangat istimewa. Beliau berhasil meraih
peringkat pertama dan juara umum. Dengan kecerdasan yang luar biasa,
TGKH. Muhammad Zainuddin berhasil menyelesaikan studi dalam waktu hanya 6
tahun, padahal normalnya adalah 9 tahun. Dari kelas 2, diloncatkan ke
kelas 4, kemudian loncat kelas lagi dari kelas 4 ke kelas 6, kemudian
pada tahun-tahun berikutnya naik kelas 7, 8 dan 9.


Predikat istimewa ini disertai pula dengan perlakuan istimewa dari
Madrasah Al-Shaulatiyah. Ijazahnya ditulis langsung oleh ahli khat
terkenal di Mekah, yaitu Al-Khathath al-Syaikh Dawud al-Rumani atas usul
dari direktur Madrasah al-Shaulatiyah. Prestasi istimewa itu memerlukan
pengorbanan, ibu yang selalu mendampingi selama belajar di Madrasah
al-Shaulatiyah berpulang ke rahmatullah di Mekah. Maulana al-Syaikh
TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid menyelesaikan studi di Madrasah
al-Shaulatiyah pada tanggal 22 Dzulhijjah 1353 H dengan predikat
“mumtaz” (Summa Cumlaude).


Setelah tamat dari Madrasah al-Shaulatiyah, tidak langsung pulang ke
Lombok, tetapi bermukim lagi di Mekah selama dua tahun sambil menunggu
adiknya yang masih belajar, yaitu Haji Muhammad Faisal. Waktu dua tahun
itu dimanfaatkan untuk belajar antara lain belajar ilmu fiqh kepada
Syaikh Abdul Hamid Abdullah al-Yamani. Dengan demikian, waktu belajar
yang ditempuh selama di Tanah Suci Mekah adalah 13 kali musim haji atau
kurang lebih 12 tahun. Ini berarti selama di Mekah sempat mengerjakan
ibadah haji sebanyak 13 kali.


Setelah selesai menuntut ilmu di Mekah dan kembali ke tanah air,
TGKH. Muhammad Zainuddin langsung melakukan safari dakwah ke berbagai
lokasi di pulau Lombok, sehingga dikenal secara luas oleh masyarakat.
Pada waktu itu masyarakat menyebutnya ‘Tuan Guru Bajang’. Semula,
pada tahun 1934 mendirikan pesantren al-Mujahidin sebagai tempat
pemuda-pemuda Sasak mempelajari agama dan selanjutnya pada tanggal 15
Jumadil Akhir 1356 H/22 Agustus 1937 mendirikan Nahdlatul Wathan Diniyah
Islamiyah (NWDI) dan menamatkan santri (murid) pertama kali pada tahun
ajaran 1940/1941.


TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid belajar di Tanah Suci Mekah
selama 13 tahun kemudian kembali ke Indonesia atas perintah dari guru
beliau yang paling di kagumi, yakni Syaikh Hasan Muhammad al-Masysyath,
pada tahun 1934. Setiba di Pulau Lombok beliau mendirikan Sekembali dari
Tanah Suci Mekah ke Indonesia mula-mula beliau mendirikan pesantren
al-Mujahidin pada tahun 1934 M.


kemudian pada tanggal 15 Jumadil Akhir 1356 H/22 Agustus 1937 M.
beliau mendirikan Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI).
Madrasah ini khusus untuk mendidik kaum pria. Kemudian pada tanggal 15
Rabiul Akhir 1362 H/21 April 1943 M. beliau mendirikan madrasah
Nahdlatul Banat Diniah Islamiyah (NBDI) khusus untuk kaum wanita.


Kedua madrasah ini merupakan madrasah pertama di Pulau Lombok yang
terus berkembang dan merupakan cikal bakal dari semua madrasah yang
bernaung di bawah organisasi Nahdlatul Wathan. Dan secara khusus nama
madrasah tersebut diabadikan menjadi nama pondok pesantren ‘Dar al-Nahdlatain Nahdlatul Wathan’. Istilah ‘Nahdlatain’ diambil dari kedua madrasah tersebut. Beliau aktif berdakwah keliling desa di Pulau Lombok dan mengajar.


Pada tahun 1952, madrasah-madrasah cabang NWDI-NBDI yang didirikan
oleh para alumni di berbagai daerah telah berjumlah 66 buah. Maka untuk
mengkoordinir, membina dan mengembangkan madrasah-madrasah cabang
tersebut beserta seluruh amal usahanya, al-Mukarram Maulana al-Syaikh
TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid mendirikan organisasi Nahdlatul
Wathan yang bergerak di dalam bidang pendidikan, sosial dan dakwah
islamiyah pada tanggal 15 Jumadil Akhir 1372 H/1 Maret 1953 M.


sampai dengan tahun 1997 ini lembaga-lembaga pendidikan yang dikelola
oleh Organisasi Nahdlatul Wathan telah berjumlah 747 buah dari tingkat
taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi, begitu juga lembaga
sosial dan dakwah islamiyah Nahdlatul Wathan berkembang dengan pesat
bukan hanya di NTB melainkan juga diberbagai daerah di Indonesia seperti
NTT, Bali, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Riau, Sulawesi,
Kalimantan, bahkan sampai ke mancanegara seperti Malaysia, Singapura,
Brunei Darussalam, dan lain sebagainya.


Pada zaman penjajahan, al-Mukarram Maulana al-Syaikh TGKH. Muhammad
Zainuddin Abdul Madjid juga menjadikan madrasah NWDI dan NBDI sebagai
pusat pergerakan kemerdekaan, tempat menggembleng patriot-patriot bangsa
yang siap bertempur melawan dan mengusir penjajah. Bahkan secara khusus
al-Mukarram Maulana al-Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
bersama guru-guru Madrasah NWDI-NBDI membentuk suatu gerakan yang diberi
nama “Gerakan al-Mujahidin”.


Gerakan al-Mujahidin ini bergabung dengan gerakan-gerakan rakyat
lainnya di Pulau Lombok untuk bersama-sama membela dan mempertahankan
kemerdekaan dan keutuhan Bangsa Indonesia. Dan pada tanggal 7 Juli 1946,
TGH. Muhammad Faizal Abdul Majid adik kandung Maulana al-Syaikh TGKH.
Muhammad Zainuddin Abdul Madjid memimpin penyerbuan tanksi militer NICA
di Selong. Namun, dalam penyerbuan ini gugurlah TGH. Muhammad Faisal
Abdul Madjid bersama dua orang santri NWDI sebagai Syuhada’ sekaligus
sebagai pencipta dan penghias Taman Makam Pahlawan Rinjani Selong,
Lombok Timur.


Al Mukkarram Maulana al-Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
sebagai ulama’ pemimpin umat, dalam kehidupan bermasyarakt dan berbangsa
telah mengemban berbagai jabatan dan menanamkan berbagai jasa
pengabdian, di antaranya :


  • Pada tahun 1934 mendirikan pesantren al-Mujahidin
  • Pada tahun 1937 mendirikan Madrasah NWDI
  • Pada tahun 1943 mendirikan madrasah NBDI
  • Pada tahun 1945 pelopor kemerdekaan RI untuk daerah Lombok
  • Pada tahun 1946 pelopor penggempuran NICA di Selong Lombok Timur
  • Pada tahun 1947/1948 menjadi Amirul Haji dari Negara Indonesia Timur
  • Pada tahun 1948/1949 menjadi anggota Delegasi Negara Indonesia Timur ke Arab Saudi
  • Pada tahun 1950 Konsulat NU Sunda Kecil
  • Pada tahun 1952 Ketua Badan Penaseha Masyumi Daerah Lombok
  • Pada tahun 1953 mendirikan Organisasi Nahdlatul Wathan
  • Pada tahun1953 Ketua Umum PBNW Pertama
  • Pada tahun 1953 merestui terbentuknya parti NU dan PSII di Lombok
  • Pada tahun 1954 merestui terbentuknya PERTI Cang Lombok
  • Pada tahun 1955 menjadi anggota Konstituante RI hasil Pemilu I (1955)
  • Pada tahun 1964 mendiriakn Akademi Paedagogik NW
  • Pada tahun 1964 menjadi peserta KIAA (Konferensi Islam Asia Afrika) di Bandung
  • Pada Tahun 1965 mendirikan Ma’had Dar al-Qu’an wa al-Hadits al-Majidiyah Asy-Syafi’iyah Nahdlatul Wathan
  • Pada tahun 1972-1982 sebagai anggota MPR RI hasil pemilu II dan III
  • Pada tahun 1971-1982 sebagai penasihat Majlis Ulama’ Indonesia (MUI) Pusat
  • Pada tahun 1974 mendirikan Ma’had li al-Banat
  • Pada Tahun 1975 Ketua Penasihat Bidang Syara’ Rumah Sakit Islam Siti Hajar Mataram (sampai 1997)
  • Pada tahun 1977 mendirikan Universitas Hamzanwadi
  • Pada tahun 1977 menjadi Rektor Universitas Hamzanwadi
  • Pada tahun 1977 mendirikan Fakultas Tarbiyah Universitas Hamzanwadi
  • Pada tahun 1978 mendirikan STKIP Hamzanwadi
  • Pada tahun 1978 mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah Hamzanwadi
  • Pada tahun 1982 mendirikan Yayasan Pendidikan Hamzanwadi
  • Pada tahun 1987 mendirikan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
  • Pada tahun 1987 mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Hamzanwadi
  • Pada tahun 1990 mendirikan Sekolah Tinggi Ilamu Dakwah Hamzanwadi
  • Pada tahun 1994 mendirikan Madrasah Aliyah Keagamaan putra-putri
  • Pada tahun 1996 mendirikan Institut Agama Islam Hamzanwadi
Oleh karena jasa-jasa beliau itulah, maka pada tahun 1995 belau
dianugerahi Piagam Penghargaan dan medali Pejuang Pembangunan oleh
pemerintah. Disamping itu, al-Mukarram Maulana al-Syaikh TGKH. Muhammad
Zainuddin Abdul Madjid selaku seorang mujahid selalu berupaya mengadakan
inovasi dalam gerakan perjuangannya untuk meningkatkan kesejahteraan
ummat demi kebahagian di dunia maupun di akhirat.


Di antara inovasi/rintisa-rintisan beliau adalah menyelenggarakan
pendidikan dan pengajaran agama Islam di NTB dengan sistem madrasi,
membuka lembaga pendidikan khusus untuk wanita, mengadakan ziarah umum
Idul Fitri dan Idul Adha dengan mendatangai jamaah di samping didatangi,
meyelenggarakan pengajian umum secara bebas, mengadakan gerakan doa
dengan berhizib, mengadakan syafa’at al-kubro, menciptakan
tariqat, yakni tariqat Hizib Nahdlatul Wathan, membuka sekolah umum
disamping sekolah agama (madrasah), menyusun nazam berbahasa Arab
bercampur bahasa Indonesia, dan lain-alin.


Sebagai seorang Ulama’ mujahid beliau telah memberikan keteladanan
yang terpuji. Seluruh sisi kehidupan beliau, beliau isi dengan
perjuangan memajukan agama, nusa dan bangsa. Tegasnya, tiada hari tanpa
perjuangan. Itulah yang senantiasa terlihat dan terkesan dari seluruh
sisi kehidupan beliau yang patut dicontoh dan diteladani oleh seluruh
pengikut dan murid beliau.

GITA SWARA FM:

Perawatan Bale Adat Karang Bajo

Lombok Utara, SK -
Kepala Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Lombok Utara NTB Kertamalip,
menuturkan tentang bagaimana masyarakat adat menempati dan merawat rumah
adat yang di tempati oleh beberapa penunggu bale adat ( Perusa ) Wet
Kepembekelan Karang Bajo 05/09/14.
Rumah
adat yang di tempati oleh perusa adalah bale mak lokak gantungan
rombong dalam kampu, bale mak kiyai lebe, bale mak lokak karang bajo,
bale mak lokak Pande, bale mak lokak penguban, bale mak lokak,karang
tulis, bale mak lokak singgan, bale mak lokak walin gumi, bale mak lokak
lang-lang, bale mak lokak perumbak lauk dan bale mak lokak perumbak
daya.
Bale adat yang di tempati oleh mak lokak
terdiri dari bangunan bale menginga sebagai Tempat tinggal, amben belek
tempat barang kebutuhan rumah, Amben berik tempat perabot rumah tangga
dan tempat tidur di dalam rumah, berugak saka enam tempat acara dan
tempat menerima tamu, Sambi geleng tempat penyimpanan padi bulu, monjeng
tempat penyimpanan padi sehari hari sebelum di olah menjadi beras.
Bale Adat di pelihara dan di tempati
oleh para toak turun ini tetap terpelihara sepanjang masi menduduki
jabatan sebagai perusa, jabatan tertentu, apabila yang bersangkutan
sudah ujur di lanjutkan oleh anak keturunan yang lain dan rumah adat
tersebut tetap di tempati, sedangkan untuk pelaksanaan perbaikan rumah
di kerjakan secara gotong royong oleh masyarakat adat, dan semua
masyarakat adat mendukung baik dari biaya maupun dari segi waktu untuk
membantu mengerjakannya.
Bale adat akan tetap terawatt sampai
seterusnya jika ada kerusakan baik dari atap alang-alang, pagar bedek
dan tiang kayu, belandar dan usuk, baru di lakukan perbaikan, bahan
bamboo untuk kebutuhan adat tidak usah di beli karena masyarakat adat
mempunyai suku cadang bambu, begitu juga dengan kayu ada tempat husus
untuk menebang dengan cara adat, tinggal ongkos pulangkan bahan saja,
yang di beli itu adalah alang-alang.
Kendala kita dalam merawat peninggalan
Bale adat adalah sulitnya kita mencari alang- alang di Desa setempat.
Kita harus membeli lintas Kecamatan sampai lintas kabupaten. Sedangkan
rencana perawatan pada saat ini sudah ada bantuan dari kementrian
Kebudayaan RI untuk Merehab dan membangun ulang Rumah adat di karang
bajo, rencana kedepan Rumah tradisional ( Bale Adat ) di tata ulang
konstruktur lingkungannya, seperti Pondasi pagar kampu kita perbaiki
dengan memasang Batu Timbul, kalau pagarnya yang rusak dig anti dan jika
atap alang alang rusak kita ganti. Dan akan menjadi asset wesata Budaya
di Kecamatan Bayan KLU.
Tantangan rumah adat adalah, dari
struktur bangunan yang tinggi sedangkan pintunya yang pendek jadi kita
harus menunduk memberi hormat baru masu. Bale adat ini walau tidak
mempunyai ruang tetapi ada 2 pintu, yaitu pintu luar dan pintu inan bale
yang di atas. Sedabgkan busana pada saat basuk rumah adah itu kita
tidak boleh memakai baju kaos, harus baju yang ada kancing, begitu juga
kain yang di pakai harus kain batik panjang tidak boleh memakai kain
londong yang di jait dan tidak memakai alas kaki.
Bale adat tidak boleh di tambah bentuk
dan besar bangunan dan tidak boleh hilang atau di kosongkan jika isi
rumah lebih dari 2 KK maka orang tua yang menempati rumah adat dan
anaknya membuat rumah lain walaupun tidak mampu membuat bale adat. Rumah
biasa. Namun pada dasarnya di penunggu rumah adat itu punya rumah
permanen yang layak huni di tempat lain untuk mengikuti jaman sekarang
yang di tempati oleh anaknya atau keluarga lain, rumah adat itu sebagai
rumah dinas adat ketika dia menduduki jabatan tertentu jika dia sudah
pension maka dia kembali ke rumahnya yang semula.
Masyarakat adat memang benart rajin
merawat dan menempati rumah adat sebagai peninggalan leluhur sehingga
Pemeribtah Pusat melalui Kementrian Kebudayaan memberikan bantuan untuk
perehapan sedang dan rehab berat.
Pengaruh Bantuan Dari Pemerintah Pusat
Melalui Kementrian Kebudayaan kepada masyarakat tentu ada kelebihannya,
jadi bisa adil. Sebeb pada tahun 2013 dulu warga Desa Karang bajo
mendapat Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya dari Kementrian
Perumahan Rakyaat RI dari Jumlah KK 1.50 kita dapat sebanyak 452 Unit
dan itu husus rumah warga tidak boleh rumah adat. Sekarang tahun 2014
giliran rumah adat yang mendapat program.
Bale adat ini memang harus tetap ada
karena setiap waktu dalam setahun tetap melakukan ritual baik ritual
dalam kehidupan, ritual agama dan ritual kematian. Dalam setahun saja
ada beberapa rangkaian acara seperti, Roah Bubur petak bulan Muharam,
roah bubur abang bulan sapar, ngaji gubuk, roah jumat, acara Maulid adat
bulan rabiul awal , roah mbuang wau, menggawe mengkurisan, menggawe
mengkawinan ( Nikah ) dan menyunatan (khitanan ), menggawe mate, roah
ulan di bulan rajab, roah sampet jumat sebelum puasa, roah kunut-( balik
ayat ) bulan ramadhan, roah malaman ( Nuzul Qur’an ), lebaran tinggi (
Idul Fitri ), lebaran topat, lebaran pendek ( idul adha ) Selamet olor
untuk pertanian.

Wacana Pemerintah Desa Karang Bajo kedepan adalah :
1. Membuat dan membangun pagar keliling
gubuk adat sesuai tata ruang mari master Plaen. Membuat MCK Umum, Selain
bangunan yang telah kami buat seperti Balae Pusaka Sebaya Tanta Karang
Bajo yang bahan bangunannya adalah dari limbah batu apung dan bambu
petung. Berupa aula, begugak saka enam dan homsty yang bantuannya dari
Litbang PU Bali Nusa tenggara pada tahun 2010.
2. Melaksanakan program paket wisata
budaya yang ada di Karang Bajo dengan cara para tamu masuk dari bale
pusaka sebaya tanta, sewa pakaean adat di tempat, lalu di ajak melihat
prosesi masyarakat adat menenun kain, melihat rumah rumah ( bale adat )
di luar maupun di dalam kampu terus menuju Masjid Kuno baru balek
mencari oleh oleh berupa kain hasil tenun dan makanan khas bayan.
3. Membangun Lapak pedagang Kaki lima di
sekitar bangunan Balae pusaka sebaya tanta tempat masyarakat adat
menjual hasil tenun dan kerajinan miniature bangunan lainnya.
4. Mencari Donatur untuk membiayai
pelatihan seni budaya yang pada saat sekarang ini mau punah seperti
gerup kesenian suling Dewa dan gerup pemacan pujangga ( Pepaosan ),
melengkapi musik yang kurang peninggalan Drama Karya Timbul Jaya
seperti ( Gong 2 buah ) Gendang 2 buah ) petuk 1 buah, sementara
terompongnya masi ada.
5. Mencari donator untuk pengadaan alat
memasak seperti panci, piring, kocor dan rangseng akan di titip di rumah
pembekel adat akan dipakai untuk kebutuhan setiap acara ritual adat,
sebab kalau memakai bahan lokal semua prosesnya lambat dan tidak ada
yang menjual. ( Kertamalip)

GITA SWARA FM:

Pimpinan DPRD Devinitif KLU Dilantik

Tanjung,(SK),---
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Utara resmi
memiliki pimpinan devinitif untuk masa bakti tahun 2014-2019, melalui
siding paripurna, Kamis,(04/09).
Sidang
paripurna pengambilan sumpah pimpinan devinitif DPRD KLU tersebut
dipandu langsung Ketua Pengadilan Negeri Mataram Suhartanto,SH,MH di
ruang sidang utama DPRD setempat. Berdasarkan Surat Keputusan (SK)
Gubernur NTB nomor 177-588 tahun 2014 tentang peresmian pimpinan
devinitif DPRD KLU masa bakti 2014-2019, tanggal 3 September 2014,
menetapkan tiga nama yakni,Dra Ni Wayan Sri Pradianti dari Partai
Demokrat sebagai Ketua, Mariadi,S.Ag dari Partai Golkar dan Sudirsah
Sujanto dari Partai Gerindra sebagai wakil ketua.
Pelantikan dan pengambilan sumpah
pimpinan devinitif DPRD KLU tersebut, selain dihadiri oleh sejumlah
pejabat Pemprov NTB, juga dihadiri sejumlah pejabat KLU, seperti Bupati
H.Djohan Sjamsu,SH, Wakil Bupati DR H.Najmul Akhyar, MH, Sekda Drs
H.Suardi,MH, para Staf Ahli, para Asisten,Ketua KPU, Panwaslu, pimpinan
ormas dan undangan lainnya.



Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH dalam sambutannya berharap agar eksekutif
dan legislatif bisa bersinergi dan saling bekerja sama dengan baik
memajukan dan mensejahterakan masyarakat.
“DPRD bukan hanya merupakan mitra kerja
yang berkedudukan setara dengan pemerintah daerah, melainkan juga
memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar dalam memajukan dan
menyukseskan pembangunan.Untuk itu, Eksekutif dan Legislatif dituntut
untuk harus mampu bekerjasama dengan baik dan saling mendukung,”katanya.
Ditambahkannya, Pemerintah Daerah
berharap agar terwujud kerjasama yang sinergis antara Eksekutif dan
Legislatif, selalu membuka diri untuk menerima saran, masukan dan
kritikan yang membangun untuk kemajuan masyarakat Kabupaten Lombok
Utara. Begitu pula bagi anggota Dewan yang dipercaya oleh rakyat untuk
menduduki kursi Legislatif, teruslah berjuang dan berkarya untuk
kepentingan rakyat dalam mewujudkan Kabupaten Lombok Utara yang maju dan
beradab.
Melalui kesempatan tersebut, Bupati juga
menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pimpinan
DPRD Kabupaten Lombok Utara sebelumnya, atas kerjasamanya dalam
memajukan dan mensejahterakan kehidupan masyarakat di Kabupaten Lombok
Utara. (eko)

Senin, 01 September 2014

GITA SWARA FM

Bupati Buka Secara Resmi OPKK Program Vokasi Unram di KLU


Tanjung,(SK),--
Sejumlah 212 calon Mahasiswa baru program Vokasi Unram di KLU mengikuti
Orientasi Pengenalan Kehidupan Kampus (OPKK), Jumat, (29/08) di halaman
Kantor Bupati KLU di Tanjung.
Sekretaris
Panitia Ospek Kertajati,SST. Par.MHLtr dalam laporannya mengatakan,
hari ini merupakan hari yang bersejarah terhadap apa yang telah di
cita-citakan oleh Pemerintah Daerah KLU selama ini bisa terwujud.”Insya
Allah ini menjadi cikal bakal peningkatan IPM SDM di KLU,”katanya.



Dilaporkan, awalnya pendaftar untuk program Vokasi Unram di KLU
berjumlah 260 orang dan setelah dilaksanakan tes ujian masuk perguruan
tinggi di Universitas Mataram yang dinyatakan lulus sejumlah 211 orang.
Hingga dengan selesainya pendaftaran ulang terdaftar sampai 160 orang,
dengan rincian prodi masing-masing, jurusan pariwisata sejumlah 42 orang
mahasiswa/i, jurusan Teknologi Pangan 38 orang mahasiswa/i, jurusan
kesehatan hewan 42 orang mahasiswa/I, dan jurusan perikanan 38 orang
mahasiswa/i.”Insya Allah, mahasiswa angkatan pertama inilah yang akan
memberikan perubahan di Kabupaten Lombok Utara ini kedepan,”tandas.
Disebutkan, rangkain ospek untuk hari
pertama akan dilaksanakan full di area Kantor Bupati KLU di Tanjung dan
hari kedua akan dilaksanakan di SMAN 1 Pemenang yaitu lokasi tempat
berlangsungnya perkuliahan tahap awal sambil menunggu gedung kampus
barunya yang akan di bangun di Amor-Amor Desa Gumantar Kecamatan
Kayangan akhir tahun ini. .
Rektor Universitas Mataram Prof. H.
Sunarpi, Ph.D dalam sambutannya yang dibacakan Pembantu Rektor Satu
Prof.DR.Ir.Wirasapta Kariadi mengatakan, kesempatan itu selalu datang
tiba-tiba dan ketika datang, maka raihlah, dekaplah,genggamlah kuat-kuat
dan jangan pernah dilepaskan. “Jika ini yang dipegang maka kesempatan
adik-adik untuk mengembangkan diri, insya Allah dimasa depan nanti,
adik-adiklah yang akan menjadi generasi penerus pembangunan di Kabupaten
Lombok Utara ini,”katanya.
Kehadiran Universitas Mataram di KLU
adalah atas prakarsa dan inisiatif dari Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH
beserta jajarannya yang sangat berharap semua lulusan SMA/SMK/MA baik
negeri maupun swasta di bumi Tioq Tata Tunaq bisa melanjutkan jenjang
pendidikannya ke jenjang Perguruan Tinggi.
Keinginan tersebut, karena memang Indeks
Pembangunan Manusia (IPM) di KLU masih relatif rendah.”Ini yang menjadi
hasrat kita bersama untuk memperbaiki IPM dengan sebaik-baiknya.Karean
dengan itu, KLU ini menjadi lebih maju di masa depan,”tandasnya.
Sementara itu, Bupati KLU H.Djohan
Sjamsu,SH dalam sambutannya sebelum membuka resmi pelaksanaan Orientasi
Pengenalan Kehidupan Kampus (OPKK) tersebut mengatakan, Orientasi
Pengenalan Kehidupan Kampus (OPKK) ini merupakan salah satu wahana untuk
membekali mahasiswa baru dengan dasar pengetahuan tentang dunia kampus.
Kegiatan ini memiliki makna penting dalam mempersiapkan mahasiswa
sedini mungkin terhadap pra kondisi kehidupan kampus yang dapat
menunjang keberhasilan proses belajar-mengajar.
Karena melalui OPKK ini diharapkan dapat
dicapai Pendidikan yang handal dan profesional serta Mahasiswa yang
memiliki rasa etis guna mengemban tugas dalam pembangunan kedepannya. Di
sadari atau tidak, karya-karya Mahasiswa sangat dibutuhkan oleh bangsa
ini, karena kehidupan di masa yang akan datang adalah kehidupan para
pemuda, nasib bangsa Indonesia di masa mendatang ada di tangan para
pemuda. Oleh karena itu, sebagai mahasiswa harus sungguh-sungguh
melaksanakannya, manfaatkan dengan baik momen ini karena dari OPKK ini
bisa jadi dapat menentukan kesuksesan di masa depan.
“Saya berharap, agar para Mahasiswa baru
yang tergabung dalam program Vokasi Unram di KLU ini senatiasa
menjunjung tinggi dan menjaga kehormatan almamater berlandaskan pada
etika, moral, dan budaya akademik. Keistimewaan yang utama dari
mahasiswa adalah idealismenya, maka kuatkan idealisme dalam diri kalian,
benahi niat dalam hati, tumbuhkan motivasi dari dalam diri, dan
buktikan bahwa kalian pantas menyandang status sebagai
Mahasiswa,”harapnya.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Lombok
Utara, Bupati Djohan Sjamsu juga menyampaikan ucapan terima kasih dan
memberi apresiasi yang tinggi kepada Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan RepubIik Indonesia dan Universitas Mataram, atas kepercayaan
yang diberikan kepada daerah ini sebagai lokus pembangunan Kampus
Politeknik. Dengan adanya Kampus Politeknik ini, ikhtiar Pemda untuk
membangun pendidikan yang berkualitas di Kabupaten Lombok Utara, akan
semakin terbantukan.
Dalam konteks pembangunan manusia di
Kabupaten Lombok Utara sendiri, Peningkatan SDM merupakan salah satu
prioritas pembangunan yang terus di upayakan.Bupati menyadari bahwa
Kabupaten Lombok Utara yang memiliki potensi sumber daya alam yang cukup
besar ini, tidak akan dapat maju bila tidak dapat dimanfaatkan dengan
dukungan SDM yang berkualitas. Kabupaten Lombok Utara memerlukan SDM
yang unggul, yang dapat diandalkan dan mampu bersaing dalam lingkup
lokal maupun global.
Hal itu semua, sebut Bupati dapat
dipersiapkan melalui pendidikan, mulai dari tingkat dasar, menengah
hingga perguruan tinggi yang merupakan sarana pencetak para intelektual,
para pemikir dan penggagas di berbagai disiplin keilmuan.
Oleh karena itu, keberadaan Kampus
Politeknik ini merupakan instrument yang sangat penting bagi kemajuan
pendidikan di Kabupaten Lombok Utara. Dengan adanya Kampus Politeknik
ini, masyarakat Lombok Utara akan dapat memperoleh akses pendidikan yang
memadai, terjangkau dan berkualitas, yang pada akhirnya akan melahirkan
sumber daya-sumber daya manusia Lombok Utara yang berdaya saing, yang
para sarjana-sarjananya dapat menjadi daya topang bagi keberlanjutan
pembangunan daerah kedepannya.
Di sisi lain, keberadaan Kampus ini
secara ekonomis juga akan menjadi daya tarik bagi pertumbuhan ekonomi
masyarakat. Karena Mahasiswa yang datang baik dari dalam daerah maupun
dari daerah lain, jelas menjadi potensi pasar yang besar bagi berbagai
jenis usaha kecil dari mulai kuliner sampai rumah kos. Ini artinya akan
ada peningkatan daya beli bagi warga sekitar kampus.
Kemajuan di bidang pendidikan dan
ekonomi sebagai dampak keberadaan kampus, pada akhirnya akan mempercepat
akselerasi peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) daerah. Imbas
tersebut tentunya akan dirasakan oleh Kabupaten Lombok Utara sebagai
daerah yang menjadi lokasi keberadaan kampus.
Oleh karena itu, Bupati Djohan Sjamsu
menaruh harapan besar bahwa politeknik ini nantinya akan semakin maju
dan berkembang, berkualitas dan berdaya saing tinggi, serta bisa menjadi
salah satu pusat pendidikan terkemuka di Provinsi NTB.(eko hms)

GITA SWARA FM

Peringati HKG, PKK KLU Gelar Lomba

Lombok Utara, SK
- Berbagai lomba diadakan dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak
Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (HKG PKK) ke-43. Di antaranya
penilaian administrasi PKK di Desa Sukadana, Hatinya PKK di Desa Senaru,
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Desa Anyar, dan Kelompok
Usaha Peningkatan Pemberdayaan Keluarga (UP2K) di Desa Bayan.
Demikian
disampaikan ketua Tim Penggerak PKK KLU, Rohani, QH.S.Pd. ketika
membuka lomba di aula kantor camat Bayan, 1/9. Menurutnya, tujuan
peringatan ini, di antaranya memberdayakan dan meningkatkan motivasi dan
kesadaran kader PKK.
“Peringatan HKG PKK yang dilakukan bukan
untuk kemeriahan sesaat. Namun lebih memberikan makna dan ungkapan
syukur atas kiprah dan karya nyata gerakan PKK KLU selama ini”,
jelasnya.
Dikatakan, dengan dilaksanakan beragam
lomba menjadi ajang kreasi dan inovasi para peserta. Selain memberi
manfaat dan nilai positif terhadap pentingnya peran aktif perempuan
dalam keikutsertaan memajukan pembangunan daerah.
"Kegiatan seperti ini memberikan
motivasi dan semangat bagi kader PKK agar tetap terus giat melaksanakan
tugas dan fungsinya yang utama yaitu memberdayakan dan menyejahterakan
keluarga," kata Rohani.
Rohani mengaku, penilaian lomba PKK
dilakukan d 5 kecamatan di KLU yang hasil penilaian dan pemenangnya akan
diumumkan setelah semuanya selesai dinilai dan berhak mengikuti lomba
PKK tingkat provinsi NTB.
“Dan yang menang akan dibina selama 2
minggu untuk mengikuti lomba tingkat provinsi. Dan kita berharap dengan
lomba ini dapat mewujudkan pembiasaan bagi PKK desa dan kecamatan untuk
mencatat semua kegiatannya”, jelas istri wabup KLU ini.
Sementara camat Bayan yang diwakili
Sekcam Bayan, Suaidi, S.Sos ketika menerima tim penilai lomba
mengatakan, lomba PKK yang digelar dalam rangka HKG ke 43, dapat
memajukan pembangunan di KLU terutama dibidang kesehatan dan
kesejahteraan keluarga.
“Ibu-ibu Tim Penggerak PKK dapat
memotivasi lingkungan keluarga agar peka menangkap permasalahan sosial
dan dapat meningkatkan derajat kesehatan keluarga”, pungkasnya.

GITA SWARA FM

H. Najmul Akhyar, Sosok Pemimpin Sederhana dan Merakyat

1 Sepember 14 | 18:07
BERKAS PENYERTA (1)


Lombok Utara, SK
- H. Najmul Akhyar, wakil bupati Lombok Utara merupakan sosok pemimpin
yang sederhana dan merakyat serta memiliki jiwa sosial yang tinggi,
membuat dirinya tidak ada sekat dengan masyarakatnya. Tak heran dengan
keserhanaan itu mengundang banyak simpati dari warga dan dinilai layak
menjadi nomor 1 di bumi Tioq-Tata-Tunaq ini lima tahun kedepan.
Ungkapan
tulus ini disampaikan oleh salah seorang tokoh muda Kecamatan Bayan,
Sandy Ya’kub yang mengaku pernah dijamu makan oleh H. Najmul Akhyar
dikediamannya di Pemenang. “Kami pernah diajak teman bertandang ke rumah
Wabup di Pemenang. Dan setelah ngobrol beberapa menit, beliau
mempersilahkan kami masuk ruang makan untuk menikmati santap siang. Dan
ketika itu kebetulan kami sendiri tidak tahu tempat cuci tangan sebelum
makan. Setelah melihat kami seperti itu, H. Najmul Akhyar pun langsung
berdiri seraya minta maaf dan mengangkat cerek kecil dan mencuci tangan
kami”, kata Sandy.
Atas kejadian itu, Sandy langsung
menunduk malu dan pucat sambil berpikir dalam hati, seandainya semua
pejabat merakyat seperti wabup KLU ini, tentu tidak akan pernah terjadi
sekat antar pejabat dengan rakyatnya. “Betul, saya benar-benar grogi dan
pucat tas kejadian itu, karena baru pertama kali saya temukan seorang
pejabat yang rendah hati dan tidak membedakan antar orang kaya dan
miskin. Jadi saya benar-benar terharu kalau mengingat kejadian itu”,
ungkap Sandy.
Lain Sandy lain juga dengan cerita salah
seorang petugas di Puskemas Kecamatan Bayan yang mengaku pernah
bersama-sama ke Jakarta dalam satu pesawat dengan wabup KLU, dan hanya
beda tujuan. Setelah sampai di Jakarta, petugas Pukesmas yang enggan
menyebut jati dirinya itu mengaku sudah dijemput oleh keluarganya di
Bandara Soekarno Hatta. Namun sebelum sampai diluar bandara, H. Najmul
Akhyar mengajak dirinya serta penjemputnya terlebih dahulu makan di
restoran Bandara. “Saat itu beliau memesan tiga piring nasi dan
membawanya kehadapan kami. Setelah usai makan, saya ceritakan kepada
keluarga yang menjemput, kalau yang memesan dan membawakan nasi itu
adalah wabup KLU. Dan keluarga itu kontan terkejut dan seolah-olah tidak
percaya kalau itu wabup”, tutur petugas Puskemas tersebut.
Mahsun Hidayat yang mengaku beberapa
kali mendampingi wabup KLU mengatakan, pada suatu hari dirinya penah
mendampingi beliau sarapan pagi dikediamannya dan sedikit member petuah
bahwa manusia itu tidak boleh dibeda-bedakan, ia menyampaikan dirinya
juga merupakan masyarakat biasa yang sama seperti masyarakat lainnya.
Putera asli Kabupaten Lombok Utara ini
terlahir dan ditakdirkan untuk bisa mengayomi masyarakat Lombok Utara.
Najmul Akhyar sendiri putra kelahiran Menggala, 14 Juni 1972 yang juga
berkiprah sebagai seorang pendidik sekaligus Pendiri Yayasan
Hidayaturrahman NW Menggala. Ditengah padatnya agenda sebagai seorang
da'i dan politisi tidak menjadi penghalang dirinya untuk dekat dengan
masyarakat. Amanah yang diembannya sebagai Wakil Bupati dianggapnya
sebagai titipan Allah dan masyarakat KLU. Selain sederhana, Ia juga
sosok pemimpin yang cerdas sehingga tidak salah jika ia mendapat
penghargaan Best Fifure In Goverment A Word.

 
Sebagai sosok pemimpin idaman, tidak
lahir begitu saja, namun dari sejak mengenyam pendidikan Sekolah dan
memasuki perguruan tinggi Najmul Akhyar pernah memegang posisi strategis
dalam sebuah organisasi siswa dan kemahasiswaan.
Organisasi yang pernah ia pegang di
antaranya adalah sebagai Ketua Osis SMP NW Pancor Lombok Timur, Ketua
Osis SMA NW Pancor Lombok Timur, memegang jabatan sebagai Badan
Perwakilan Mahasiswa Fakultas Hukum UNRAM, Sekjen Lembaga Dakwah Kampus
Babul Hikmah UNRAM, Ketua dan Pendiri LDK Tasammuh Fakultas Hukum UNRAM,
Ketua HMI Komisariat Fakultas Hukum UNRAM, Ketua Cabang Himmah
NWMataram, Sekjen dan Pendiri Himpunan Aktifis Mahasiswa Muslim Mataram,
Ketua Bidang Advokasi PWNW NTB Mataram, Wakil Ketua Pengurus Daerah NW
Lombok Barat, Ketua Umum Pengurus Daerah NW Lombok Utara, Wakil Ketua
Komite Pembentukan Kabupaten Lombok Utara, Sekretaris Umum Dewan
Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Lombok Utara hingga
menjadi Ketua DPD PKS KLU meskipun pada akhirnya ia mengundurkan diri.
Najmul Akhyar juga diamanahkan sebagai Sekjen FORKASI ( Forum Komunikasi
Kabupaten Kota Seluruh Indonesia ) dan kini ia menjadi Wakil Bupati
Lombok Utara.
Masyarakat NTB pada umumnya dan
Khususnya masyarakat Lombok Utara mengenal Wakil Bupati Lombok Utara,
Tuan Guru H.Najmul Akhyar sebagai seorang Pendidik, Juru Dakwah dan
Politisi. Kiprahnya sebagai seorang Da'i sudah diawalinya sejak ia
menimba ilmu di madrasah Nadhatul Wathan hingga ia menjadi seorang
mahasiswa di Universitas Mataram dengan aktif di Lembaga Dakwah Kampus
dan berbagai Organisasi Islam Kemahasiswaan.
Hingga sekarang Kiprahnya sebagai
seorang Da'i atau Juru Dakwah dikenal kalangan masyarakat Luas di Lombok
Utara. Selain di kenal dikalangan Masyarakat NTB dan Lombok Utara
H.Najmul Akhyar juga di kenal di Mata International,sehingga tidak heran
bagi kita bahwa ia pernah menjadi Juru Dakwah atau memeberikan siraman
Rohani di Masjid al-Mawaddah Singapura.
Selain menjadi seorang Juru Dakwah Wakil
Bupati Lombok Utara ini adalah seorang politisi yang sukses meniti
karirnya di dunia politik, hingga akhirnya mengantarkan dirinya sebagai
Wakil Bupati Lombok Uatara. Keberadaannya sebagai seorang Pendidik, Juru
Dakwah dan Politisi bahkan pernah menjadi konsumsi Publik di Media
Massa Lokal NTB. Dengan topik mengenal lebih dekat tokoh tokoh Agama
Islam di NTB.

GITA SWARA FM:

Pencalonan Kembali Djohan, Sudah Dapat Restu Pribadi TGB

31 Agustus 14 | 13:58


 Lombok Utara, (Suarakomunitas) - Pernyataan Sekretaris
DPD Demokrat NTB, Zainul Aidi, di salah satu media lokal belum lama ini
yang menyebut belum adanya keputusan Partai terhadap Cabup Kabupaten
lombok utara (KLU) tahun 2015, kini terbantahkan.


Zaenul Aidi yang dalam komentarnya dinilai seakan justeru menunjukkan
kealfaan mengikuti ritme komunikasi yang dilakukan Djohan dengan Ketua
DPD Demokrat, Dr.H.Zaenul Majdi yang sangat intens.


Ketua DPC Demokrat KLU, Djohan Sjamsu,SH, yang juga bakal calon bupati inkamben, saat dikonfirmasi Suarakomunitas.net,
Ahad malam (30/8) memang tak membantah statemen Zainul Aidi, bahwa
belum ada rekomendasi resmi partai atas majunya kembali dalam pilkada
bupati tahun depan. Namun Djohan mengklaim kalau dirinya telah mendapat
pribadi dari ketua DPD Demokrat NTB, Dr. TGH.M.Zainul Majdi, MA, dan
tinggal menunggu formil nya saja.


"Ya memang secara kepartaian saya belum memegang rekomendasi resmi
atas Pencalonan saya, tapi Pak Gubernur sudah memberi lampu ijo dan
restu pribadi ke saya untuk kembali maju sebagai Calon Bupati tahun
2015," ungkap Djohan Sjamsu.


Djohan sangat percaya restu TGB (sapaan akrab Gubernur) yang
dilontarkan secara personal adalah merupakan sikap politik sebagai
bentuk dukungan dan kepercayaan untuk melanjutkan berbagai agenda
pembangunan di KLU.


Djohan menyebutkan komunikasi nya dengan ketua TGB baik selaku kader
Demokrat dan kapasitas sebagai bupati, sangat intens. Bahkan sejak jauh
hari TGB selalu mengingatkan bahwa progres pembangunan KLU sudah sangat
baik tinggal dilanjutkan pada periode kedua.


"Pak Gubernur menyampaikan pondasi pembangunan sudah tepat selama 5
tahun, dan harus dilanjutkan. Bahkan beliau sejak awal meminta agar
Paket JONA jilid 2 tetap dipertahankan," pungkas Djohan.


Menanggapi wacana paket JONA jilid 2 itu, Djohan mengatakan, JONA 2
sulit terwujud. Ia bahkan menegaskan jauh sebelum duet pemerintahan nya
berakhir, sesuai anjuran TGB dirinya berkali-kali mengajak Najmul
berpasangan kembali. Namun jawaban Najmul tidak pernah pasti.


"Setiap kali saya ajak bicara soal rencana melanjutkan kebersamaan
periode kedua, dia bilang belum saat nya dibicarakan karena masih
terlalu dini. Tapi dibelakang langkah nya justru lebih jauh dan
belakangan malah menggandeng orang lain sebagai wakilnya," ujar Djohan.


Mantan anggota dewan dua periode di Lobar era 90an itu menandaskan,
diri kini sudah tidak melihat kebelakangan. Semua ikhtiar telah dia
upayakan untuk bisa berdatu lagi dengan wakil nya Najmul namun tak
direspon. Saat ini ditegaskan Djohan, dirinya justru sudah lebih mantap
berpasangan dengan Mariadi, Sag., politisi senior golkar yang juga
mantan ketua DPRD yang memiliki masa pendukung yang sangat besar dan
pemenang Pileg 2014.


Paket tandem nya dengan Mariadi diyakininya, juga telah mendapat
dukungan dari sebagian besar masyarakat KLU termasuk usungan pasti dari
sebagian besar parpol di DPRD.


"Tinggal kita lebih banyak turun kemasyarakat untuk memberi pemahaman
bahwa paket Djohan-Mariadi (JADI), lahir untuk melanjutkan agenda
pembangunan yang belum selesai, demi terwujudnya gumi Tioq Tata Tunaq
yang lebih sejahtera dan lebih makmur," pungkasnya. (Ron/Gsfm)H.Djohan Sjamsu,SH., Disalah satu acara kunjungan ke masyarakat

Jumat, 29 Agustus 2014

GITA SWARA FM:










Jelang Pemberangkatan CJH KLU, Panitia Gelar Persiapan


Sejumlah
63 Calon Jmaah Haji (CJH) KLU pada tahun ini siap diberangkatkan pada
tanggal 07 September 2014 mendatang. Dimana sebelumnya para calon jamaah
haji asal gumi paer dayan gunung ini telah mengikuti manasik haji yang
di gelar beberapa waktu lalu

Kepala
Bagian Humas Setda KLU Muhammad,S.Pd selaku Ketua Panitia Penyelenggara
Ibadah Haji (PPIH) KLU tahun ini dalam pengantarnya pada saat rapat
persiapan yang dihadiri seluruh anggota panitia,Jumat (22/08) bertempat
di SMPN 1 Tanjung mengatakan, pertemuan tersebut di hajatkan untuk
mempersiapkan segala sesuatunya terkait dengan kesiapan panitia dalam
pemberangkatan CJH KLU awal September mendatang.
Dikatakan,
sejumlah 63 calon jamaah haji asal KLU ini, sebelum diberangkatkan
menuju asrama haji Mataram, akan dikumpulkan terlebih dahulu di Mesjid
Agung Baiturrahim Tanjung untuk di lepas secara resmi oleh Bupati KLU
H.Djohan Sjamsu,SH. Sementara seluruh mobil calon jamaah haji dan
pengantarnya ditambah dengan mobil pengawalnya saja yang boleh berada di
depan Mesjid Agung.Sedangkan mobil dari seluruh keluarga pengantar
hanya boleh sampai di lapangan Supersemar Tanjung.
Atas
nama Pemerintah Daerah, Muhamad berharap agar penyelenggaraan ibadah
haji tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Sehingga duyufurrahman
(tamunya Allah) yang akan diberangkatkan ke tanah suci Mekkah
Almukarramah dalam melaksanakan ibadah haji merasa lebih nyaman dengan
pelayanan Pemerintah Daerah.
“Terkait
dengan kemanan,kesehatan dan lainnya dari calon jamaah haji asal KLU,
sudah tidak ada masalah.Mereka tinggal berangkat saja,”tandas Muhammad.
Muhammad
juga meminta kepada seluruh anggota panitia, mulai sejak keberangkatan
hingga kembalinya jamaah haji asal daerah ini untuk tetap saling
bahu-membahu dan kebersamaannya sangat diharapkan.